Arsip Tag: Dishub

MELALUI DISHUB DINAS SOSIAL SALURKAN BANTUAN SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK COVID -19, SEKTOR TRANSPORTASI

PERHUBUNGAN.PONOROGO.GO.ID : Dinas Sosial bagikan sembako melalui Dinas Perhubungan kepada tukang ojek pangkalan, driver angkutan cerdas sekolah dan juru parkir. (14/09/2020) Bertempat di dua titik penyaluran bantuan yaitu di kantor Dinas Perhubungan Jl. Halim Perdana Kusuma No.12 dan di Kantor Dinas Perhubungan Utara ( Bidang Angkutan ) Jl. Arif Rahman Hakim No.8.

Bukan hanya soal kesehatan, pandemi covid -19 yang masih berlangsung hingga saat ini juga berdampak pada aspek ekonomi. Apalagi masyarakat yang bekerja dengan berinteraksi secara langsung dengan upah yang tidak menentu di setiap harinya seperti tukang ojek non aplikasi, juru parkir, dll. dengan adanya penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu perekonomian sektor tersebut agar tetap dapat bekerja sehingga perputaran ekonomi dapat terus berlangsung di tengah pandemi covid-19.

Pendistribusian berlangsung secara aman efisien dan merata. Dinas Perhubungan memberikan beberapa syarat ketika hendak mengambil sembako, diantaranya membawa fotokopi ktp, mematuhi protokol kesehatan jaga jarak saat antre mencuci tangan dan menggunakan masker.sejumlah 363 paket sembako berhasil disalurkan pada hari itu dengan pembagian sebagai berikut :

Penerima bantuan ojek pangkalan sejumlah : 122

Penerima bantuan driver Angkutan Cerdas Sekolah ( ACS ) : 43

Penerima bantuan Juru Parkir : 198

PASAR LEGI PONOROGO MUNGGAH MOLO, DISHUB ALIHKAN ARUS LALU – LINTAS

PERHUBUNGAN.PONOROGO.GO.ID : sejak bulan Februari 2020 lokasi proyek di ujung selatan Jalan Soekarno menjadi pemandangan yang kerap menyita perhatian pengguna jalan termasuk masyarakat Ponorogo.

Gedung yang nantinya berdiri megah ini adalah Pasar Legi Ponorogo, dulu sering dikenal dengan nama pasar songgolangit. ( 05/08/2020 ) Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo Bidang Pengendalian dan Operasi menggelar Pengawasan dan Pengamanan arus lalu – lintas yang secara teknis arus di alihkan dari Jalan Soekarno Hatta menuju Jalan H.O.S Cokroaminoto.

Hal ini dilaksanakan untuk mendukung khidmatnya acara “Munggah Molo” Pasar Legi Ponorogo, pasca dilaksanakannya pengawasan dan pengamanan oleh Dinas Perhubungan pada saat pemancangan tiang pertama Maret silam.

Dengan ini Pasar Legi Ponorogo telah mencapai tahap baru, pemasangan pertama rooftop atau sering disebut dengan Molo dalam bahasa Jawa, perlu diketahui pembangunan Pasar Legi Ponorogo ini telah mencapai 50%.

Acara di hadiri oleh Bupati Ponorogo beserta para pimpinan OPD dan beberapa tokoh masyarakat, pemotongan tumpeng, dan doa bersama menjadi rangkaian acara peresmian “Munggah Molo” Pasar Legi Ponorogo.

Tak hentinya Dinas Perhubungan Kabupaten mendukung dengan cara pengawasan dan pengamanan setiap tahap baru yang dicapai dalam pembangunan Pasar Legi Ponorogo.

Pasar tradisional terbesar di Jawa Timur ini nantinya mampu menampung hingga 4000 pedagang dengan konsep Green Building atau Bangunan ramah lingkungan, di targetkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo sebagai pendorong ekonomi rakyat.

SECARA ACAK, DISHUB STOP PENGGUNA JALAN UNTUK MELAKSANAKAN RAPID TEST

PERHUBUNGAN.PONOROGO.GO.ID : Angka positif semakin meningkat, satgas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Ponorogo laksanakan beberapa langkah lanjutan untuk menekan, dan mengendalikan wabah yang telah melanda kota reyog  selama hampir dua bulan ini.

Langkah yang diambil (19/05/2020) Dinas Kesehatan bersama Dishub, TNI, Polri, dan beberapa dinas terkait melakukan rapid test yang diadakan di sejumlah titik yang ramai dan dikunjungi banyak orang diantara di Pasar Legi Relokasi, Pasar Legi Ex-stasiun, Jalan Baru, Kafe, dan Salah satu rumah ibadah yang berlokasi di samping jalan utama, rapid test dilakukan secara acak kepada beberapa orang di area tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan 1000 unit alat rapid test dan 500 sudah dikerahkan ini merupakan langkah baru yang diambil satgas covid-19 yang sebelumnya telah menerapkan kawasan tertib jaga – jarak,  dan penggunaan masker setiap memasuki area kota. Kegiatan ini juga menjawab kekhawatiran masyarakat bagaimana kondisi kesehatan orang–orang yang masih berlalu-lalang di area kota.

Ada tahap lanjutan apabila  hasil dari rapid test ini didapati reaktif, yaitu dengan melanjutkan dengan uji swab, bila hasilnya positif, maka dilanjutkan dengan dilakukan perawatan, bila negatif dilanjutkan dengan isolasi mandiri selama 14 hari, sampai hari ini jumlah pasien positif di Kabupaten Ponorogo sebanyak 17 orang diantaranya 9 di rawat di rumah sakit, sembuh berjumlah 7 orang dan 1 orang meninggal.

ALIHKAN LALU LINTAS KE JL. H.O.S COKROAMINOTO, DISHUB DUKUNG SUKSESNYA ACARA PEMANCANGAN TIANG PERTAMA PASAR LEGI

PERHUBUNGAN.PONOROGO.GO.ID : Terlihat jalanan tampak steril dua personil dishub tertangkap kamera sedang siaga berjaga melaksanakan giat pengawasan dan pengamanan di simpang Pasar Legi, pengalihan arus lalu lintas menuju Jl. Hos Cokroaminoto dilakukan seiring serangkaian acara pemancangan tiang pertama pembangunan Pasar Legi Ponorogo.

Pasar yang dulu dikenal dengan sebutan Pasar Songgo Langit pernah terbakar di tahun 2017 lalu, kini memasuki tahap pembangunan hal itu ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Bupati Ponorogo kondisi jalan yang steril karena pengendalian dan pengawasan dari Bidang Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo menambah suasana khidmat serangkaian acara di hari itu meliputi doa bersama, khataman Quran dan tahlil.

Dihadiri oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur – Kementerian PUPR, Direktur Adhi Persada Group, sejumlah pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan perwakilan para pedagang.Pasar yang mampu menampung 4 ribu sampai 6 ribu pedagang dengan luas bangunannya 32.175 meter persegi. empat lantai, tiga lantai untuk parkir ditargetkan selesai pada akhir 2020 dan siap di fungsikan secara maksimal oleh pedagang lama Pasar Legi, pedagang Pasar eks-Pengadilan, pedagang eks-Pasar Lanang, pedagang eks-Stasiun, dan para pedagang pendatang baru, bukan lagi dengan nama pasar Songgo Langit namun dengan nama baru yaitu Pasar Legi Ponorogo.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT FGD (FORUM GROUP DISKUSI) OPERASI DUMP TRUK RUTIN DILAKUKAN DISHUB

PERHUBUNGAN.PONOROGO.GO.ID : Bidang Pengendalian dan Operasi Lalu – Lintas melakukan pemeriksaan di beberapa titik di jalur dump truk tambang pasir di wilayah Ngebel, Jenangan dan Sekitarnya. Pemeriksaan ini dilakukan secara acak dari pemberangkatan, pemberhentian dan waktu selesainya, menindak lanjuti perjanjian FGD kemarin juga melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan sopir dump truk yang diperiksa.

Bidang Pengendalian dan Operasi Lalu lintas tidak hanya melakukan pemeriksaan pendataan juga dilakukan untuk melihat perubahan beberapa isu yang telah dibahas dalam FGD kemarin yang menghasilkan beberapa butir perjanjian yang telah disepakati bersama antara pemilik tambang masyarakat sekitar jalur pengiriman muatan, dan paguyuban pemilik dump truk.

Senin, (11/02/2020) tepatnya di Jalan Raya Jenangan Kabupaten Ponorogo beberapa truk yang telah diperiksa mendapati melakukan pengisian muatan yang melebihi bak, maka dari itu dilakukanlah penurunan muatan di area pemberhentian yang nantinya muatan yang diturunkan berupa pasir ini dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat sekitar seperti yang tertera dalam perjanjian tersebut.

Operasi ini akan terus dilakukan untuk semakin menekan dump truk yang melebihi muatan, melaju kecepatan tinggi, dan tidak memasang terpal dengan baik bertujuan untuk menjaga jalan agar tidak rusak, kondisi jalan yang aman, dan nyaman bagi masyarakat Ponorogo.

Sertijab Di Lingkungan Dinas Perhubungan

sertijab

Bertempat di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo, telah dilakukan prosesi Sertijab di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo , yang mana serah terima jabatan antara Ir. Winarko Arief Tjahjono, MM Selaku Plt. Kepala Dinas Perhubungan kepada Djunaedi, S.H., M.H. Selaku Kepala Dinas Perhubungan yang baru. Rabu (31/08/2016).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo, dan dalam kesempatan ini juga ada juga Sertijab dari beberapa pegawai Dinas Perhubungan.  Sertijab ini dilakukan karena adanya Mutasi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo beberapa waktu lalu.

Pawai Pembangunan HUT RI 71 Kabupaten Ponorogo

pawai-pembangunan
Pemberangkatan Pawai Pembangunan Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-71 Th 2016 Kabupaten Ponorogo dengan tema “Ayo Kerja Menuju Ponorogo Lebih Maju Berbudaya Dan Relegius” oleh Sekda Kab Ponorogo DR. Drs. Agus Pramono, MM, yang di ikuti 222 Mobil Hias dan 300 SPM yang terdiri dari : Seluruh SKPD, BUMN, BUMD, Sekolah Negri/Swasta, Lembaga dan Perusahaan yang ada di Kabupaten Ponorogo Bertempat di depan Paseban Kabupaten Ponorogo.Senin(29/08/16)

Route yang ditempuh yaitu Star depan Paseban Kabupaten Ponorogo Jln. Alon- Utara Jln. Alon-Alon Gatot Subroto- Jln Ahmad Yani- Jln Basuki Rahmad- Jln Ir Juanda- Jln Letjen Sutoyo-Perempatan Pasar Pon – Jln Batoro Katong- Jln Ahmad Dahlan -Pasar Legi- Jln Urip Sumoharjo-Perempatan Tambak Bayan- Jln Diponegoro dan Finish di Jln. Alon-Alon Utara Depan Paseban Kab Ponorogo. Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati HUT RI Ke-71 Kabupaten Ponorogo selesai pada pukul 15 40 WIB.

(@dishubpo)

Jelang Lebaran, Kelaikan Bus AKAP Dan AKDP Akan Dipantau

LAIK BUS

Jelang Lebaran, Kelaikan Bus AKAP Dan AKDP Akan Dipantau

Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jawa Timur meminta kepada seluruh pengelola terminal untuk memantau kelaikan  bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Peningkatan pengawasan itu dilakukan menjelangangkutan lebaran mendatang.

“Pengelola terminal harus memastikanseluruh bus layak jalan sebelum bus keluarterminal,” kata Kepala Bidang AngkutanJalan Dishub dan LLAJ Jawa Timur,Sumarsono, di sela-sela memimpin rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran di Surabaya, Kamis (2/6).

Menurut Sumarsono, pengecekan ini sebenarnya harus rutin dilakukan, namun menjelang angkutan lebaran, pengecekan harus dilakukan lebih detail sehingga seluruh bus yang beroperasi memang laik jalan sebagai moda angkutan lebaran.

Terkait pengecekan ini, katanya, pihak Dishub dan LLAJ Jawa Timur juga telah mengirimkan edaran bagi seluruh bus untuk memenuhi standar kelaikan serta keamanan sebelum bus tersebut beroperasi jalan.

Standar keamanan itu, terangnya, diantaranya kondisi ban depan haruslah original tidak boleh kanisir, kemudian bus harus dilengkapi dengan martil atau pemukul kaca, kondisi rem ban haruslah baru, lampu sein nyala, spedo meter berfungsi, serta mesin haruslah dalam keadaan bagus.

“Jika bus tidak memenuhi standar ini maka pengelola terminal harus menghentikan dan baru bisa jalan jika ketentuan keselamatan telah dipenuhi,” kata Sumarsono.

Sementara itu, untuk memastikan kelaikan bus, secara serentak pada tanggal 13 Juni 2016 mendatang, Dishub Jawa Timur akan menggelar operasi besar-besaran di empat terminal yaitu Purabaya Bungurasih, Purbaya Madiun, Bayu Angga Probolinggo serta Arjosari Malang.(dishubllaj/jatimprov.go.id)